INTERAKSI SOSIAL
Nama: Bayu septyan
Kelas : X-RPL
Pengertian
interaksi sosial
interaksi
sosial adalah hubungan-hubungan dinamis yang menyangkut hubungan antara
individu dan individu, antara individu dan kelompok ,atau antara kelompok dan
kelompok dalam bentuk kerja sama,persaingan,ataupun pertikain.
Masyarakat Indonesia yang tinggal
tersebar diberbagai wilayahIndonesia, memiliki karakteristik yang berbeda-beda
antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, baik dalam aspek seni, budaya, politik,
dan sebagainya. Secara kodrat, manusia selalu membutuhkan manusia lain. Untuk
membantu memahami berbagai sifat dan bentuk interaksi sosial budaya dalam
pembangunan, mari kita pelajari uraian berikut.
1.Sifat-sifat
interaksi social budaya dalam kehidupan masyarakat
Sejak lahir sampai meninggal dunia,
manusai tidak pernah lepas dari kebutuhan akan interaksi social. Interaksi akan
terjadi, baik antar individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan
kelompok. Seorang ibu yang sedang menasehati anaknya atau curhat seseorang
dengan temannya merupakan contoh interaksi individu dengan individu. Guru yang
sedang mengajar murid muridnya atau seorang lurah yang sedang berdiskusi dengan
rakyat di desanya merupakan merupakan contoh intraksi individu dengan kelompok.
Diskusi antar kelompok di dalam kelas, merupakan contoh interaksi kelompok
dengan kelompok. Mengapa manusia memerlukan interaksi dengan manusia lain ?

Manusia melakukan interaksi dengan orang lain,
karena tidak dapat mencukupi semua kebutuhan hidupnya sendiri. contohnya saat
kita akan makan, dari mana kita memperoleh nasi, siapa yang menanam padi,siapa
yang menggiling padi, dan siapa yang mengantar beras sampai di rumah kita untuk
di masak ? contoh tersebut,
merupakan hal sederhana yang kita hadapi setiap hari. Itu adalah salah satu
bukti,betapa pentingnya interaksi dengan sesama. Makan bersama, merupakan media
yang baik untuk berinteraksi dalam keluarga. Interaksi juga merupakan salah
satu sarana untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai contoh, ayah, ibu, dan
anak-anak, memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai keluarga bahagia dan
sejahtera.Untuk mencapai tujuan tersebut, semua anggota keluarga tentu harus berinteraksi
dengan baik, sehingga masing-masing saling memahami dan membantu. Interaksi di
sekolahmu juga merupakan contoh lain interaksi antar manusia, untuk mencapai
tujuan bersama. Misalnya,interaksi antara pengurus kelas yang membicarakan
tentang aktivitassosial yang akan dilakukan selama satu tahun.!alam berinteraksi,
tidak semua orang mengarah pada kebersamaan atau persatuan. Kamu mungkin
menemukan sifat interaksi yang mengarah kepada perpecahan, seperti pertengkaran
antar orang disekitar tempat tinggalmu, tawuran pelajar, perang antara
Indonesia dan jepang pada masa lalu, dan lain sebagainya. Interaksi yang mengarah
kepada persatuan, disebut juga interaksi yang bersifat asosiatif. Sedangkan
interaksi manusia yang terjadi mengarah kepada perpecahan, disebut dengan
interaksi disosiatif. Kehidupan manusia berlangsung selalu berubah-ubah atau
dinamis.Interaksi yang positif pada waktu lalu, dapat berubah menjadi interaksi
negatif pada saat ini. Interaksi yang positif pada saat ini, diwaktu laindapat
berubah menjadi interaksi negatif. Berselisihan antar teman dan antar-kelompok
juga terjadi, bahkan antarbangsa. Contohnya jepang merupakan salah satu sahabat
perdagangan Indonesia, sebelum perang dunia II. Berbagai produk jepang,
telah masuk ke Indonesia. pada masa pendudukan jepang, mereka menjadi musuh
bangsa Indonesia. Kebencian dan perlawanan, dilakukan oleh bangsa Indonesia. Konflik
terbuka, terjadi di berbagai daerah. Bagaimana setelah Indonesia merdeka ? Bangsa
jepang berusaha membina hubungan baik dengan Indonesia. Saat ini, jepang
menjadi salah satu negara sahabat penting Indonesia. jepang sangat membutuhkan Indonesia, dan Indonesia juga sangat
membutuhkan jepang. Kedua bangsa, berusaha menjaga hubungan baik yang menguntungkan.
Setelah kita pelajari uraian di atas, untuk lebih memperjelaspemahaman kita
tentang interaksi yang bersifat asosiatif dan disosiatif, mari kita pelajari
bentuk-bentuk interaksi sosial pada uraian berikut ini
2. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
dalam Kehidupan Masyarakat

Dalam suatu pertandingan sepak bola, terjadi interaksi yang mengarah kepada kerjasama dan persaingan. Para pemain dalam satu kesebelasan, saling bekerja sama berusaha untuk memenangkan pertandingan. Hubungan antar-pemain dalam satu kesebelasan,merupakan bentuk interaksi kerjasama. Sedangkan, hubungan antara dua kesebelasan yang saling berhadapan, merupakan bentuk interaksi persaingan. Keinginan untuk mengalahkan lawan, kadang dapat menjurus pada interaksi yang mengarah kepada perpecahan. Perselisihan antara pendukung kedua tim sepak bola, merupakan contoh interaksi yang mengarah kepada perpecahan.
Bentuk
interaksi manusia dengan lingkungan sosial memiliki dua bentuk, yaitu asosiatif
dan disosiatif. Bentuk interaksi asosiatif adalah interaksi sosial yang
mengarah dalam bentuk kerjasama sebagai sebuah
proses terjadi saling pengertian dan kerjasama timbal balik antara orang
perorangan atau kelompok satu dengan lainnya, dimana proses tersebut
menghasilkan pencapaian tujuan-tujuan bersama. Bentuk-bentuk interaksi
asosiatif, yaitu:
a.
Kerjasama (cooperation)
Kerjasama
adalah bentuk utama dari proses interaksi sosial,karena pada dasarnya,
interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang bertujuan untuk memenuhi
kepentingan atau kebutuhan bersama. Sebagai contoh dalam kegiatan ekonomi, kita
dapat mengamati berbagai kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. Koperasi
Sekolah, PT, dan CV, merupakan contoh kerjasama dalam interaksi asosiatif.
b.
Akomodasi (accommodation)
Akomodasi
adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antar-individu dan
antar-kelompok, untuk meredakan pertentangan. Romusha,
merupakan contoh pemaksaan pada rakyat Indonesia di masa lalu. Apakah rakyat Indonesia, rela melakukan kerja paksa tersebut
?, Tentu saja mereka merasa keberatan, dengan pelaksanaan kerja paksa. Mereka
terpaksa bersedia melakukan kerja paksa, karena merupakan pilihan paling aman
untuk kehidupan mereka. Jika mereka menolak, penjajah tidak segan-segan untuk
melakukan kekerasan terhadap
keluarganya. Sebagai bentuk akomodasi, pemaksaan kehendak oleh individu atau
kelompok terhadap individu atau kelompok lain, disebut akomodasi pemaksaan. Dampak
akomodasi pemaksaan sangat merugikan individu atau kelompok yang lebih lemah. Perbudakan
pada masa lalu, juga merupakan contoh lain dari akomodasi pemaksaan. Perbudakan,
memberikan kesempatan tindakan semena-mena oleh majikan. Sebagai insan yang
berperikemanusiaan, maka kamu perlu memperhatikan nilai-nilai keadilan saat
menjadi orang atau kelompok yang memiliki kekuasaan dan kekuatan yang dominan.
Beberapa
tahun yang lalu terjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia dalam masalah Pulau
Sipadan dan Ligitan.
Kedua negara,
sama-sama mengklaim kedua pulau tersebut sebagai wilayahnya. Pada akhirnya, Indonesia
dan Malaysia bersepakat menyelesaikan konfik melalui meja pengadilan
internasional. Konflikpun selesai, setelah pengadilan internasional menyatakan Sipadan
dan Ligitan merupakan hak Malaysia. Indonesia menghormati hukum internasional,
dan dengan ikhlas melepas kedua pulau tersebut. Penyelesaian konflik melalui
pengadilan tersebut, merupakan jenis akomodasi ajudikasi. Meskipun hasil pengadilan
tidak selalu membuat puas kedua belah pihak, sebagai masyarakat taat hukum
sepantasnya kita selalu menghormati keputusan pengadilan.
c.
Asimilasi (assimilation)
Asimilasi merupakan proses ke arah
peleburan kebudayaan, sehingga masing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan tunggal
yang menjadi milik bersama. Asimilasi merupakan proses sosial yang
ditandai adanya usaha-usaha untuk mengurangi
perbedaan yang terdapat antara beberapa orang atau kelompok. Contohnya
adalah perkawinan antara orang dari suku jawa dan suku Minangkabau. Masyarakat
Minangkabau mempunyai tradisi warisan melalui garis ibu, sedangkan masyarakat
jawa mempunyai tradisi warisan keluarga berdasarkan garis ayah. Perkawinan yang
berlangsung antara kedua orang yang berbeda budaya, merupakan salah satu bentuk
asimilasi.
d.
Akulturasi (acculturation)
Akulturasi merupakan proses sosial
yang timbul akibat suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing,
tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri. Sebagai contoh bakpao merupakan makanan tradisional khas
masyarakat bangsa tionghoa.
Bakpao, banyak dijumpai
di Indonesia yang memiliki isi berbeda dengan bakpao di tionghoa. Di negara asalnya, bakpao lazimnya berisi dagingbabi,
tetapi di Indonesia berisi bahan lainnya, seperti daging ayam, sayuran, selai
kacang, kacang hijau, kacang azuki, dan sebagainya, sesuai selera. Bakpao,
merupakan contoh bentuk akulturasi dalam kehidupan masyarakat kita dalam hal makanan.
Penerimaan unsur-unsur kebudayaan baru, dalam akulturasi, akan terjadi dengan
mudah apabila dalam bentuk peralatan yang sangat mudah dipakai dan dirasakan
manfaatnya secara langsung. Sebagai contoh perubahan cara membajak sawah dari
menggunakan tenaga hewan (kerbau) menjadi tenaga mesin (traktor). Bangunan
menara Masjid kudus di jawa tengah,mirip bangunan candi atau bangunan bale kulkul
yang terdapat di pura taman ayun bali. Bangunan menara masjid
tersebut membuktikan kepada generasi masa sekarang, bahwa nenek moyang
Indonesia sangat bertoleransi. Sunan kudus mengajarkan agama Islam di jawa,
dengan tetap menghargai budaya hindu buddha yang berkembang pada masa itu. Renungkan.
Dalam
pembangunan nasional, sangat dibutuhkan terjadinya interaksi yang mengarah pada
persatuan dan kerjasama (asosiatif). Kita harus selalu menjaga interaksi yang
mendukung pembangunan nasional, dengan selalu melakukan hubungan yang baik
dengan sesama. Kita harus memahami bahwa perbedaan merupakan kodrat dari tuhan yang
maha esa (Allah SWT), sehingga kita harus mengelola perbedaan tersebut menjadi suatu
kekuatan. Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan sosial, yaitu disosiatif.
Disosiatif merupakan interaksi sosial yang mengarah ke bentuk perpecahan atau
merenggangkan solidaritas. Beberapa proses disosiatif, yaitu: persaingan,
kontravensi, dan pertentangan.
e.
Persaingan (competition)
Persaingan
merupakan bentuk dari interaksi disosiatif yang banyak kita temukan di
lingkungan kehidupan kita. Persaingan merupakan perjuangan yang dilakukan oleh
individu atau kelompok social tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil
secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik. Contohnya
adalah pedagang di sentra industri kulit yang menjajakan barang dagangan sejenis,
yakni kerajinan dari kulit. Pedagang yang ada di sentra industri kulit
tersebut, jumlahnya banyak dan pembelinya juga banyak. jika kita lihat
dari teori ekonomi, sentra industri kulit termasuk contoh pasar.
Dalam arti sempit, pasar dapat diartikan
sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan jual beli barang
atau jasa. Dengan adanya kemajuan dalam bidang pengetahuan dan teknologi,
pertemuan antara penjual dan pembeli saat ini dapat dilakukan tidak hanya di
pasar, tetapi dapat terjadi di jalan, di kantor,di rumah, dan bahkan melalui
media lain, seperti telepon. Berdasarkan uraian di atas, pengertian pasar lebih
luas lagi, bukan sekedar tempat bertemunya pembeli dan penjual, melainkan terjadinya
transaksi jual beli antara penjual dan pembeli.
f.
Kontrafensi
Kontravensi menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) berarti proses persaingan yang ditandai oleh
gejala ketidak pastian mengenai pribadi seseorang dan perasaan tidak suka yang
disembunyikan terhadap kepribadian seseorang. Kontravensi adalah bentuk
interaksi sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan atau konflik.
g.
Konflik
Peperangan
antara Indonesia melawan penjajahan belanda dan jepang dapat dikategorikan
dalam konflik. Konflik dapat berupa tindakan yang berupaya mengalahkan lawan, secara memaksa. Contohnya adalah konflik
fisik antara kelompok masyarakat dan antar negara, yang dapat menjadi perang
terbuka. Wawasan tentang
Sifat dan bentuk Interaksi Sosial budaya dalam pembangunan jika dilihat
dari pola interaksinya, bentuk interaksi manusia dengan lingkungan budaya terdiri dari interaksi intern dan ekstern. Bentuk
interaksi intern, merupakan bentuk interaksi yang terjadi karena adanya proses
belajar kebudayaan oleh warga masyarakat yang bersangkutan. Interaksi ini
memiliki beberapa proses, yaitu internalisasi (internalization), sosialisasi
(socialization), dan enkulturasi (enculturation). Jadi, proses ini hanya dapat
terjadi jika nilai-nilai suatu kebudataan
sudah diakui dan dijadikan sebagai milik diri dari suatumasyarakat. Bentuk
interaksi ekstern merupakan interaksi budaya antara suatu kelompok masyarakat
dengan kelompok masyarakat lain yang memiliki nilai-nilai kebudayaan yang
berbeda. Interaksi ekstern memiliki beberapa proses yaitu akulturasi (acculturation)
danasimilasi (assimilation), yang timbul dari adanya proses penyebaran kebudayaan
secara geografis, terbawa oleh perpindahan penduduk dari satu wilayah ke
wilayah lainnya. Proses penyebaran budaya ini,disebut sebagai difusi (diffution). Interaksi manusia dengan lingkungan
ekonomi, berbentuk pola kegiatan ekonomi masyarakat dalam rangka memenuhi
kebutuhan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan hidup ini berkaitan dengan konsep
penerimaan dan penawaran yang didasari oleh nilai keuntungan dan kerugian yang diperoleh
oleh manusia. Misalnya, terkait mata pencaharian masyarakat. Mata pencaharian
masyarakat, merupakan suatu kegiatan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi
kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya,
masyarakat berusaha mencari lapangan kerja yang sesuai dengan kemampuannya.
Mata pencaharian dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan berdasarkan tempat
yaitu desa dan kota, berdasarkan jenis pekerjaan yaitu pertanian dan bukan
pertanian.
